[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Bantu Warga Mahir Berbahasa Asing

BanggaSurabaya
  • BanggaSurabaya
  • 13 Februari 2017 BanggaSurabaya

“Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling penting, khususnya bahasa asing yang sekarang banyak di gunakan dalam komunitas internasional”

Rumah Bahasa merupakan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) dengan tujuan agar warganya mampu berbicara menggunakan bahasa asing. Lokasi Rumah Bahasa Surabaya sendiri terletak di Komplek Balai Pemuda Jl. Gubenur Suryo No.15 Kota Surabaya.  Sejak diresmikan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini 4 Februari 2014, Rumah Bahasa terus mengalami peningkatan dari segi pengunjung, anggota serta peningkatan bagi masyarakat Surabaya agar mampu menguasai 13 bahasa asing yang disediakan salah satunya, bahasa Inggris.

Ada Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa Rumah Bahasa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan penuturan Koordinator Rumah Bahasa, Leli Wulandari, salah satu faktor yang paling signifikan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) kota Surabaya mengalami peningkatan dalam hal berbicara bahasa asing. “mereka sekarang sudah berani berbicara di depan umum serta menambah pundi-pundi perbendaharaan kata,” kata Leli saat ditemui di Rumah Bahasa.

Selain itu, sambung Leli, Rumah Bahasa juga menyediakan wadah lawan bicara dalam bahasa inggris atau bahasa asing lainnya. Artinya selain mendapat teori di dalam kelas, anggota yang sudah belajar di rumah Bahasa juga dapat mempraktekkan bahasa asing saat di luar kelas. “Hal ini dimaksudkan agar pengunjung lebih cepat fasih dalam berbahasa asing,” imbuh alumni Unitomo tersebut.

Sementara itu dari segi anggota, Rumah Bahasa mengalami peningkatan yang awal buka hanya 4-10 murid saja kini total mencapai 25 ribu orang. Alasan utamanya karena pendaftaran dan pengajaran di Rumah Bahasa tidak dipungut biaya, materi yang berkualitas serta tenaga pengajar yang cukup mumpuni. “meski disebut Rumah gratisan, namun kami tetap memperhatikan kualitas pengajar serta materi yang diberikan,” Ujar Leli.
Anggota Rumah Bahasa yang datang tidak selalu orang Surabaya, ada yang dari Gresik, Sidoarjo bahkan Mojokerto. Segmennya pun juga beranekaragam ada yang UKM, supir taksi, pelajar, Mahasiswa, ibu rumah tangga sampai pengangguran untuk mengikuti pelatihan di rumah bahasa.

Sedangkan untuk tenaga pengajar Rumah Bahasa, tahun 2016 hingga 2017 ada 7 staff dibantu 200 voulentir. Untuk staff sudah berbekal kemampuan yang mereka miliki sedangkan voulentir sendiri berawal dari status mereka yang dulunya hanya sebatas partisipan kini menjadi pengajar. Tak dipungkiri banyaknya voulentir yang diterima Rumah Bahasa didasari oleh kualitas voulentir yang apik mulai dari pengalaman mengajar, kualitas mengajar dan yang paling penting penguaaan bahasa asing yang dimiliki. “kebanyakan dari mereka sudah cukup bagus dalam berbahasa asing,” terang Leli.

Lebih lanjut, tenaga voulentir yang mengajar tidak melulu orang Indonesia, melainkan juga datang dari luar Indonesia. Rumah bahasa menjalin kerjasama dengan Konjen yang ada di Surabaya seperti, Jepang dan Korea Selatan, mereka mengirim anggota nya untuk mengajar. ”insyaallah berkualitas,” sambung Leli.
Lebih dari itu, tenaga voulentir juga berasal dari kalangan dosen, salah satunya Perguruan Tinggi Widya Mandala Surabaya. Dosen yang datang ke sini mengajar sebagai bentuk pengabdian bagi masyarakat selama 3 bulan. Dan apabila sudah selesai mengajar mereka akan diberi sertifikat yang dikeluarkan langsung oleh Ibu Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Sebagai satu-satunya fasilitas publik yang ada di Indonesia, Rumah Bahasa pada akhirnya mendapat perhargaan dari Kementeriaan sebagai fasilitas layanan publik terbaik se Indonesia tahun 2016. “sangat bangga dan beruntung hidup di Kota pahlawan, semuanya diperhatikan,” imbuh Leli.

Related Post