[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Lebih Dekat Bersama Rumah Matematika

BanggaSurabaya
  • BanggaSurabaya
  • 20 Februari 2017 BanggaSurabaya

Jum’at, sore (27/01/2017) pemandangan di Gedung Balai Pemuda Surabaya dipenuhi oleh puluhan pelajar SD dan SMP. Sesekali terdengar hentakan sepatu dan teriakan disertai mimik wajah sumringah dari beberapa pelajar yang datang. Kehadiran mereka di sini bukan untuk bersenang-senang, melainkan belajar bersama di Rumah Matematika.

Surabaya – Sejak diresmikan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, (5/1/2017) Rumah Matematika benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang belajar. Fasilitas yang nyaman serta metode pembelajaran yang dikemas secara menarik membuat Rumah Matematika mulai dikenalkan kepada para pelajar SD dan SMP se Surabaya.

Salah satu tenaga pengajar Rumah Matematika, Trisno Santoso, S.Pd mengatakan, hadirnya Rumah Matematika sangat positif dan sangat bermanfaat bagi para pelajar, karena mereka mendapat nilai plus seputar Matematika yang mungkin tidak diajarkan di sekolah.  “cara ini akan menambah wawasan mereka seputar Matematika,” kata pria berusia 49 tahun kepada Gapura.

Tak lupa, rasa terima kasih dilontarkan guru SD Kertajaya itu. “dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada ibu walikota dan Kepala Dinas karena jeli dan peduli terhadap setiap persoalan yang dialami oleh pelajar, rumah ini akan menjadi wadah bagi pelajar yang selama ini menganggap bahwa Matematika sebagai pelajaran yang menakutkan,” ujar Trisno

Lebih lanjut, supaya Rumah Matematika dikenal secara luas oleh orang tua murid, maka terlebih dahulu para guru mengundang orang tua untuk bersosialisasi mengenai pentingnya Rumah Matematika bagi para pelajar. Salah satu poin sosialisasi adalah membahas maksud dan tujuan dibangunnya Rumah Matematika yang akan memberi dampak positif bagi para siswa-siswi.

Dengan adanya sosialisasi sambung Trisno, diharap para orang tua turut mendorong anak-anak nya untuk datang ke Rumah Matematika. “kami ingin orang tua turut andil dalam menunjang perkembangan putera-puterinya,” tandas pria bertubuh ceking tersebut.

Selain menjelaskan pentingnya rumah Matematika, para guru juga mengatur jadwal keberangkatan dan kepulangan bagi siswa-siswi yang tidak bisa diantar oleh orang tuanya. Melalui dana BOS (Bantuan Operasional Siswa), para guru akan menyediakan moda transportasi bemo guna menunjang kebutuhan transportasi anak. “supaya tidak ada alasan bagi anak dan orang tua untuk tidak datang di Rumah Matematika,” jelas Trisno.

Sementara itu jadwal Rumah Matematika sendiri dilaksanakan setiap hari Senin – Jum’at dan terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 13.00 – 15.00, sesi kedua pukul 15.00 – 17.00. Khusus untuk hari Jum’at sesi pertama dimulai pukul 13.30 – 15.30 sedangkan sesi dua pukul 15.30 – 17.15. Untuk tenaga pengajar sendiri setiap harinya terdapat 4 orang, masing-masing satu orang di setiap sesi.

Terlepas dari tahap pengenalan Rumah Matematika, proses belajar mengajar para siswa juga turut dijelaskan. Pertama-tama anak diberi motivasi bahwa Matematika itu sangat menyenangkan, kemudian diberi permainan yang ada kaitannya dengan Matematika. “Penerapan semacam ini lebih mudah dipahami oleh anak,“ imbuh Trisno. Lebih dari itu, selama kelas berlangsung terdapat pengawas yang dikirim oleh Dispendik guna mengawasi proses kegiatan belajar-mengajar di Rumah Matematika.

Salah satunya, Riza selaku Staff Dispendik (Dinas Pendidikan) Kota Surabaya. Dirinya mendapat mandat untuk mengawasi bagaimana suasana proses belajar, mengawasi kualitas guru dalam mengajar serta mencatat tingkat kehadiran pelajar dari tiap sekolah. “agar Dispendik mengetahui perkembangannya, apakah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh walikota serta Diknas,” jelas pria bertubuh tambun tersebut.

Hadirnya Rumah Matematika pada akhirnya mendapat respon positif dari salah satu orang tua yang sedang menunggu anaknya belajar di Rumah Matematika, Mira (45). Menurutnya, meskipun menyita waktu kerjanya, dirinya berharap anaknya tidak takut menghadapi Matematika, karna selama ini anak saya selalu mendapat nilai jelek. “saya berharap Rumah Matematika bisa menjadi solusi mengatasi kekurangan anak-anak khususnya pada pelajaran Matematika,” kata Mira sambil tersenyum.

Tanggapan positif juga datang dari salah satu pelajar yang mengikuti kegiatan di Rumah Matematika, Nadia (12). Sebelum mengakhiri pelajaran, siswi kelas 6 tersebut mengatakan senang belajar di  Rumah Matematika, karena bisa mengasah dan mempertajam ilmu Matematikanya. “aku suka Matematika kemudian suasasa belajar nya seru karena berbeda dengan di sekolah,” tegas siswi SD Dr. Soetomo 5.

Lebih jauh, Rumah Matematika ini tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kekurangan dalam menguasai ilmu hitung, tapi untuk mereka yang memang pintar Matematika diperbolehkan untuk datang. Tujuannya mengajari kawan sebayanya dan mempersipakan mereka untuk diikutkan lomba olimpiade atau kejuaraan lain pada bidang Matematika.

Related Post