[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Kelurahan Mojo Ikuti Lomba Evaluasi Perkembangan Kelurahan

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 20 Maret 2017 domi wimpi

Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Senin (20/3) kedatangan tamu penting. Mereka adalah tim penilai lomba evaluasi perkembangan kelurahan. Hadir dalam acara tersebut, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Tim penggerak PKK, Kabag pemerintahan dan Otoda, Camat Gubeng, Kapolsek, Polestabes dan Ketua RW 1-13 kelurahan Mojo.

Lurah Mojo, Ferdiansyah Ardhie mengatakan kriteria yang dinilai mencakup tiga hal antara lain, bidang pemerintahan (administrasi), bidang kewilayahan (batas wilayah, luas wilayah dan jumlah penduduk) dan bidang kemasyarakatan (Posyandu, UMKM, Karang Taruna dan KIM).

“Nantinya tim penilai akan melihat rencana program dan prestasi yang sudah dan akan kami lakukan selama tahun 2015 hingga 2016,” katanya di sela-sela acara.

Lurah Mojo, Ferdhie lantas memaparkan secara singkat program kerja dan prestasi yang sudah dilakukan warga kelurahan Mojo di hadapan tim penilai, salah satunya bidang pemerintahan. Ferdhie menyebut bidang pemerintah sudah terlaksana dengan baik seperti pelaksanaan laporan online, pembinaan kedisiplinan pegawai, penataan kearsipan dan pembahasan pendidikan. Namun perlu ada peningkatan atau inovasi baru berupa informasi dan teknologi, seperti kecepatan pegawai ketika memberikan pelayanan kepada warga. “Nanti akan dibuat software nya,” terang Ferdhie.

Lurah Mojo tersebut juga menambahkan rencana membuat audio visual dengan tujuan menyampaikan informasi seputar pemerintah kota (pemkot) Surabaya kepada warga. “Jadi ketika warga datang di kelurahan untuk mengurus keperluan administrasi, kita juga menyisipkan informasi tambahan seputar agenda pemkot,” tutur Pria berkacamata tersebut.

Melihat semangat dan program kerja kelurahan Mojo yang penuh dengan persiapan secara matang, Ferdhie mengaku optimis kelurahannya mampu meraih juara 1 dalam lomba tersebut untuk bisa mewakili Surabaya di tingkat provinsi.

“Harus juara, kami akan memaksimalkan kemampuan kami dan berusaha menjalankannya secara baik,” tegas Ferdhie.

Sementara itu, salah satu anggota Karang Taruna, Ninda (24) mengatakan untuk bidang kemasyarakatan yang meliputi posyandu remaja, karang taruna, dongeng keliling, UMKM dan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dibuat agar anak-anak muda Mojo memiliki aktivitas yang positif.

“Mengingat daerah Mojo berada di zona merah, maka sejak dini kami memupuk dan melatih aktivitas anak-anak muda dengan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti kerja bakti, mengadakan acara mojo festival (Tangkap bebek, lomba dayung dan lomba lampion), pelatihan menulis, membuat WEB dan editing (KIM), pelatihan UMKM serta peduli lingkungan dan kesehatan,” tutup Nindia.

 

 

Related Post