[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Putat Jaya Wakili Surabaya di Lomba Lingkungan Bersih Kampung

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 18 Mei 2017 domi wimpi

Kampung Putat Jaya Siap Mengikuti Lomba Kebersihan Tingkat Provinsi (18/5/2017) / Foto: Humas Pemkot Surabaya

Lingkungan RW 03, Kelurahan Putat Jaya bersama jajaran Satpol PP, Kamis (18/5) terlihat sibuk membersihkan dinding tembok dan melakukan pembersihan kampung. Hal ini dilakukan sebagai persiapan lomba kebersihan kampung tingkat provinsi yang akan dinilai pada 22 Mei 2017 mendatang.

Camat Putat Jaya Yunus menuturkan alasan terpilihnya kampung putat jaya mewakili surabaya karena sebelumnya, kampung tersebut memperoleh juara 1 tingkat kota. Selain itu, ingin mengubah kampung putat jaya yang dulunya terkenal dengan kawasan eks lokalisasi dolly kini menjadi kampung wisata dan kampung warna-warni (lewat mural).

“Kami ingin memberi tema di setiap kampung, sehingga ada daya tarik dari warga surabaya maupun luar surabaya untuk berkunjung. Kalau sudah berkunjung akan membawa dampak positif bagi warga sekitar yakni peningkatan ekonomi,” kata Yunus.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Karno menuturkan beberapa persiapan lain yang tengah dilakukan oleh warga putat jaya seperti, urusan administrasi, pembenahan dan peningkatan fasilitas bagi pelaku UKM, PAUD dan poskamling.

Bersama satpol PP, warga putat jaya melakukan kerja bakti bersama-sama / Foto: Humas Pemkot Surabaya

“Mengingat jadwal penjurian lomba tinggal hitungan hari lagi, maka kami mengajak seluruh warga untuk bergotong royong mengebut pengerjaan ini agar cepat selesai,” tandas Karno

Namun, sambung Karno, dirinya bersama warga akan memfokuskan pengerjaan di beberapa kampung yang bakal dijadikan penilaian utama oleh tim juri seperti kawasan putat jaya gg, 2A, 3A, 4A dan 8B.

“Alasannya, di kampung-kampung tersebut terdapat pelaku UKM telor asin, kurumi (rumput laut), Samijali, kerajinan batik dan sablon. Ini sebagai ajang pembuktian terhadap tim juri bahwa pelaku UKM bisa hidup mandiri lewat usahanya sendiri,” jelas lelaki berusia 52 tahun tersebut.

Nantinya dalam lomba tersebut, Surabaya akan bersaing dengan tiga kota besar yang ada di jawa timur antara lain Kediri, Ponorogo dan Malang (WF).

Related Post