[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Dolanan Tradisional yang Perlahan Menggema Kembali

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 11 Agustus 2017 domi wimpi

Salah seorang anak memainkan permainan tradisional engkle di kampung lawas maspati (11/8/2017) / Foto: Andi Rinaldi Gautama

Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional. Bukan hanya dari bentuk dolanan yang mulai diproduksi, kebiasaan memainkannya pun juga turut dibiasakan. Kampung Maspati, Kampung Lawas yang ada di Surabaya merupakan salah satu pionir yang memulai untuk membiasakan kegiatan tersebut.

Terkenal dengan sebutan Kampung Lawas, Maspati kini kembali membiasakan bermain permainan tradisional kepada anak-anak di sana setiap sore. Tidak ada waktu khusus untuk mereka bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Fasilitas jalan yang tergambar alas permainan ular tangga atau pun eklek, dapat digunakan kapan pun oleh anak-anak yang akan bermain.

“Disini jalannya digambar, Mbak. Ada engklek sama ular tangga juga. Ular tangganya juga ada dadu yang besar. Mereka bisa main kapan saja mereka mau,” terang Sabar, ketua RW 6 yang ditemui pada Kamis (9/8/2017).

Digambarnya jalan menjadi arena bermain, bukan tanpa alasan. Bukan hanya sekadar melestarikan permainan tradisional, lebih lanjut Ketua RW yang sudah menjabat selama 2 periode ini menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu menekan ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gadget.

“Ya kan harapannya biar anak-anak ini bisa tidak terlalu bergantung pada HP. Tapi semuanya butuh proses juga, gak bisa langsung. Jadi bertahap,” tambahnya.

Program yang baru berjalan sekitar dua bulan ini memerlukan dukungan berbagai pihak untuk mengajak kembali generasi milinenia mencintai permainan tradisional. Dukungan tersebut bisa dimulai dari rumah dan sekolah.

“Orang tua harus mendukung juga. Kalau bisa anak-anak disini setiap sore disuruh main di luar rumah. Kan sudah difasilitasi alas permainannya. Ada juga permainan lain seperti dakon yang tersedia,” tutup Sabar.

Related Post