[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Bu Tris, Perempuan Inspirasi Bagi Ibu Rumah Tangga

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 12 Agustus 2017 domi wimpi

Lusiani Sutrisno menjelaskan idenya yang mampu mengolah limbah bekas menjadi barang yang bermafaat / Foto: Nadia

Terlahir di Malang, 8 Agustus 1974, ibu rumah tangga yang satu ini mempunyai nama lengkap Lusiani Sutrisno atau yang biasa dipanggil bu Tris. Beliau adalah salah satu wanita yang mempunyai ide untuk memanfaatkan berbagai macam limbah yang sudah tidak dipakai lagi, seperti limbah bungkus pewangi, deterjen, kantong plastik, tutup galon, dan botol minuman.

Awal mula Tris mempunyai ide ini tahun 2006 ketika ada lomba antar warga ditingkat RW dengan membuat karya inovatif barang daur ulang. Disinilah lahir ide mendaur ulang sampah dari barang sudah tidak terpakai menjadi barang yang menghasilkan uang.

Beliau dibantu oleh 5 orang kreatif yang biasa disebut kader lingkungan. Mereka adalah penggerak sekaligus orang-orang yang meyakinkan warga sekitar agar sadar terhadap lingkungan khususnya tumpukan sampah yang nantinya akan mencemari lingkungan. Disinilah Tris memiliki kesadaran diri akan hal itu, kemudian beliau menginspirasi warga sekitar untuk mengelola barang yang sudah dibuang menjadi karya yang unik dan bernilai jual tinggi.

“Cara ini dicetuskan untuk mengurangi volume timbunan sampah agar tidak mencemari lingkungan, dan melahirkan sekaligus mengajak ibu rumah tangga untuk berpikir kreatif,” terang Tris saat ditemui di rumahnya, pada Kamis (10/8/2017).

Inisiatif dan usaha yang dilakukan Tris bersama ibu rumah tangga lainnya berbuah manis. Pasalnya, usaha tersebut menghasilkan keuntungan bagi Tris dan lingkungan sekitarnya dengan cara menjual kembali barang-barang seperti baju, tikar, rompi, mahkota, topi dan tas.

“Dari hasil olahan tersebut nantinya barang akan kami sewakan dengan kisaran harga Rp 50.000 hingga Rp 150.000. Sedangkan jika ada warga yang ingin membeli, harga yang dibandrol sekitar Rp 200.000 keatas,” ujar Tris.

Ke depan, ibu 2 anak ini berharap dapat mempunyai tempat atau galeri sendiri untuk menempatkan ribuan karya daur ulangnya ke rumah yang lebih luas serta mudah dijangkau oleh pengunjungnya.

“Supaya jika ada warga yang berkunjung dapat dengan mudah mencari alamat rumah dan bisa menampung jumlah kendaraan dengan kapasitas yang besar dengan begitu omzet penjualan perlahan-lahan mulai meningkat,” ungkap Tris (N/R).

Related Post