[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Begini Cara Pemkot Promosikan Kota Surabaya

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 16 Agustus 2017 domi wimpi

Widodo Suryantoro memakai baju hitam dan berkacamat selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) di Kantor Humas, Selasa, (15/8/2017). / Foto: Humas Pemkot Surabaya

Sebanyak 107 pelaku UKM dan 5 hotel akan meramaikan festival atau pameran kuliner di Jalan Tunjungan Surabaya bertajuk Kuliner Angkringan Tunjungan, Sabtu, (19/8/2017). Dalam acara tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) bakal menyajikan berbagai macam makanan tradisional bagi warga Surabaya dan tamu luar negeri.

“Masing-masing peserta terdiri dari 20 pelaku UKM Pahlawan Ekonomi, Dekranasda binaan DP5A sebanyak 16 UKM, 8 UKM Dinas Koperasi, 16 UKM Dinas Perdagangan, 4 UKM DollyUKM, 17 UKM sekitar Tunjungan dan 26 UKM kuliner yang sudah dikenal di Surabaya seperti Lontong Balap Cak Gendut, Rawon Setan, Tahu Campur Pandegiling,” urai Widodo Suryantoro selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) di Kantor Humas, Selasa, (15/8/2017).

Konsep acara ini, lanjut Widodo, sedikit berbeda dengan dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu berbagai macam kuliner ikut menyemarakkan, di tahun ini hanya food traditional surabaya yang bisa menyemarakkan warisan kuliner Surabaya kepada tamu luar negeri, khususnya peserta festival layang-layang dan peserta Indonesia Chanel (Ichan). Selain itu, suguhan makanan tahun ini dikemas ke dalam bentuk angkringan.

”Cara ini dilakukan supaya tamu luar negeri bisa bercerita sekaligus mempromosikan lebih luas ke negaranya masing-masing bahwa di Surabaya ada banyak kuliner dan wisata lain yang bisa dikunjungi,” ungkap Widodo.

Ditanya dampak positif bagi pelaku UKM dalam acara Kuliner Angkringan Tunjungan ini, Widodo optimis acara ini akan memberi banyak manfaat bagi pelaku UKM. “Tentu yang paling utama akan meningkatkan pendapatan bagi 120 pelaku UKM yang terdiri dari 100 stand melalui festival traditional food Surabaya,” imbuhnya.

Widodo kembali menyampaikan, selain mempromosikan kuliner dan wisata di Kota Pahlawan, tujuan acara ini untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga festival ini bakal jauh lebih meriah dan ramai oleh pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. “Besar harapan saya agar seluruh warga Surabaya mau dan bisa hadir di perhelatan ini,” ujar Pria berkacamata ini.

Tidak hanya suguhan kuliner, warga surabaya juga akan dihibur oleh penampilan dari Kelompok pemusik Jalanan Bonbin, Kelompok pemusik Jalanana Kala Biru, Kelompok Musik Jalanan Alang-Alang Band Tamarawings dan Keroncong Liwet yang semakin meramaikan acara Angkringan Kuliner Traditional Surabaya.

Perlu diketahui dan diperhatikan acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017, mulai ditutup total pada hari Jum’at pukul 12 malam dan kembali dibuka pada hari minggu pukul 12 malam.

Related Post