[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Ada Nasi Goreng Hitam Di HUT Provinsi Jawa Timur di Taman Surya

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 18 Oktober 2017 domi wimpi

Suasana Lomba memasak nasi goreng dalam rangka HUT Provinsi Jatim ke-72 / Foto: Humas Pemkot Surabaya.

Pemandangan berbeda nampak di halaman Taman Surya Kamis pagi (12/10). Ratusan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terlihat memadati area tersebut sembari bergoyang diiringi lagu Gemu Famire. Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan,  Asisten wali kota I – III, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta staf. Mereka terlihat antusias untuk memeriahkan HUT Provinsi Jawa Timur ke-72.

Dalam acara tersebut, kegiatan dibuka dengan senam bersama goyang Gemu Famire, setelah itu dilanjutkan dengan lomba memasak nasi goreng yang diikuti oleh beberapa kepala OPD dan para camat. Tak hanya itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan beragam lomba olahraga tradisional mulai dari gobak sodor, lomba makan kerupuk dan lomba estafet.

Lomba memasak antar kepala OPD dan camat berlangsung seru. Setiap peserta tak mau kalah, sebab hasil karya mereka dinilai oleh juri dari Surabaya Hotel School (SHS). Berdasarkan pengamatan, sejumlah kepada OPD mencoba tampil kreatif, mulai dari pelabelan nama nasi goreng hingga tampilannya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Irvan Wahyudrajad mengolah nasi goreng berbahan dasar beras hitam / Foto: Humas Pemkot Surabaya

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Irvan Wahyudrajad dengan pede-nya menampilkan nasi goreng hitam. Secara tampilan, nasi goreng miliknya memang paling beda dari segi warna. Sebab, dia memilih menggunakan beras hitam. Alasannya, beras putih atau beras merah sudah sangat umum. Di samping itu, sambung Irvan, beras hitam dikenal lebih sehat. “Hmmm Pedes,” katanya saat mencicipi nasi goreng buatannya.

Tak mau kalah, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati, memberi label Nasi Goreng Buldozer lengkap dengan ilustrasi gambar proyek dan alat berat. Pemilihan label dikarenakan instansi yang dipimpinnya selalu berkaitan dengan proyek dan alat berat. “Tapi ini tidak berbahan dasar semen dan paving lho mas,” canda Erna.

Di tempat yang sama, Wali kota Tri Rismaharini yang sempat ikut senam bersama, memanfaatkan momen tersebut untuk mengucapkan terima kasih kepada segenap pegawai pemkot. Pasalnya, seluruh OPD dan forpimda turut memeriahkan acara ini dengan penuh keceriaan.

“Ini saya tidak pakai pakaian olahraga seperti teman-teman sekalian, karena setelah ini saya mengikuti upacara di Tugu Pahlawan. Di sana Surabaya akan menerima penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha. Penghargaan itu baru pertama kali ini diterima oleh Pemkot Surabaya,” kata Risma sembari mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) diiringi tepuk tangan pegawai pemkot.

Tak lupa, dalam kesempatan itu, wali kota juga mengingatkan kepada seluruh staffnya agar lebih waspada. Sebab, kata dia, ada kemungkinan oknum-oknum yang sengaja memancing untuk berbuat salah. “Padahal selama ini kita sudah bekerja benar, namun masih ada saja pihak-pihak yang ingin memancing. Saya minta teman-teman hati-hati, jangan sekali-kali salah langkah,” pintanya.

Perlu diketahui, dalam bulan Oktober ini, Wali Kota sarat akan prestasi itu akan menjadi pembicara dalam dua event internasional. Pertama, di Tokyo dan kedua di New York dalam forum yang dihelat oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Melalui prestasi ini, dirinya menegaskan bahwa Surabaya sudah menjadi perhatian dunia. (ta)

Related Post