[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Komunitas Ini Kenalkan Destinasi Surabaya dengan Berjalan Kaki, Siapa Dia?

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 25 Oktober 2017 domi wimpi

Senyum: Salah satu kegiatan komunitas subwalker ketika mengunjungi kampung lawas Maspati /  Foto: dok.subwalker

Ada saja cara anak muda untuk mengenalkan keunikan dari kota tercintanya, salah satu caranya dengan berjalan kaki menyusuri setiap sudut kota pahlawan. Ya, di surabaya ada komunitas bernama Subwalker yang setia menemani siapapun yang memang ingin mengetahui lebih jauh apa saja keunikan yang tidak banyak diketahui banyak orang di Surabaya.

Ya, komunitas Subwalker yang didirikan Dimach, Felkiza, dan Rani ingin memperkenalkan secuil wisata yang ada di Surabaya. Alasan utamanya, sebagian besar masyarakat surabaya seringkali bingung jika ditanya apa yang menarik dari Surabaya dan rata-rata mereka pasti menjawab ke mall atau nongkrong di kafe. Ya, jika kita bernostalgia sejenak, harus diakui bahwa Surabaya kurang memiliki destinasi wisata yang mampu menarik beberapa wisatawan lokal maupun internasional layaknya Bali dan Jogja.

Namun, sebenarnya banyak tempat-tempat menarik yang bisa dikunjungi di Surabaya seperti yang dilakukan komunitas Subwalker Surabaya dengan menawarkan berbagai macam kegiatan alternatif untuk menikmati Kota Surabaya dengan cara yang berbeda yakni berjalan kaki.

Menurut Rani, subwalker terbentuk pada 31 Juni 2016 dengan singkatan Sub dari Surabaya dan walker adalah pejalan kaki. Pelabelan nama itu, kata dia, dinilai simpel, mudah diingat, dan mencerminkan kegiatan yang di lakukan oleh komunitas Subwalker.

“Pada dasarnya Subwalker bukanlah komunitas yang memiliki struktur organisasi. Subwalker bisa disebut community based organizer yang merancang dan melaksanakan beberapa alternative urban leisure activities sehingga tidak ada jumlah pasti anggotanya, namun siapa saja boleh bergabung ketika kami mengadakan event,” kata Rani saat dihubungi melalui pesan singkatnya, beberapa waktu lalu.

Hati-hati: subwalker berjalan bersama menyusuri wisata yang ada di surabaya / Foto: dok.subwalker

Biasanya, lanjut Rani, Subwalker melakukan kegiatan walking tour sebulan sekali, namun karena padatnya aktivitas dari team Subwalker maka sekarang menawarkan Hire Subwalker yaitu sebuah program private walking tour yang bisa direquest rute dan waktunya. Tentunya dengan peserta yang lebih sedikit, atau jika ada komunitas atau instansi lain yang ingin blusukan di Surabaya bisa memanfaatkan program ini.

“Maksud dan tujuan kami mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut adalah mengajak warga Surabaya untuk lebih mengenal dan mencintai kotanya dengan mengetahui selul beluk cerita kota Surabaya mulai sejarahnya hingga perkembangannya saat ini,” terangnya.

Dikatakan Rani, untuk saat ini, walking tour yang biasa Subwalker berpusat di daerah Surabaya Utara seperti Kawasan Ampel, Kembang Jepun, Jembatan Merah, Kampung Peneleh dan sekitarnya. Alasan, Subwalker memilih spot-spot tersebut karena disitu banyak sekali lokasi unik dan bersejarah yang harus diketahui. Biasanya juga Subwalker melakukan blusukan ke kampung-kampung, mengunjungi museum, dan berinteraksi dengan warga sekitar.

“Ketika blusukan ke kampung-kampung jangan lupa untuk selalu menjaga kesopanan dan kebersihan agar kegiatan yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Manfaatkan waktu: Komunitas subwalker melakukan sharing bareng untuk mengakrabkan diri antar individu / Foto: dok.subwalker

Tidak hanya kegiatan berjalan kaki, Subwalker juga memiliki terobosan lain guna mengantisipasi kebosanan atau kejenuhan di mata masyarakat Surabaya maupun luar Surabaya salah satunya dengan mengadakan Potluck Picnic. Kegiatan tersebut, mengajak para pesertanya untuk lebih mengakrabkan diri dengan cerita pengalaman menarik yang mereka alami. Kegiatan tersebut dilakukan di ruang terbuka hijau yang telah disediakan oleh pemkot untuk dimanfaatkan.

Kurang lebih 1 tahun berjalan, komunitas Subwalker juga ingin mengadakan event yang unik dengan berkolaborasi dengan pemerintah maupun swasta untuk lebih memperkaya kegiatan di Kota Surabaya. “Kami berharap masyarakat makin tumbuh rasa memiliki atas kota ini sehingga kita tidak membuang sampah sembarangan, mematuhi tata tertib, melestarikan kebudayaan dan tempat bersejarah di kota Surabaya, karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melakukannya. Kemudian kami berharap ada sinergi dari warga dan pemkot dalan membangun infrastuktur kota Surabaya,” pungkasnya (la/fh).

Related Post