[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Awarding Bagi Pelaku UKM, Wali Kota Surabaya Berpesan Terus Dorong Mutu dan Harga

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 20 Desember 2017 domi wimpi

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka acara “Mlaku-Mlaku Nak Tunjungan” / Foto: Humas Pemkot Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Pahlawan Ekonomi (PE) memberikan penghargaan bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Penghargaan dengan tema “Mlaku-Mlaku Nak Tunjungan itu meliputi Creative Industry, Home Industry dan Culinary.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, melalui program Pahlawan Ekonomi, pelaku UKM mampu meningkatkan kualitas mutu produk dan harga. “Sama capeknya dalam membuat produk UKM. Namun, karena dilatih oleh PE, rasanya jadi enak, bersih, sehat dan meningkatkan harga dengan nilai yang tinggi, Rp 25 ribu. Dengan begitu, saya berharap, produk warga Surabaya ini bisa masuk ke kelas ekonomi atas,” kata wali kota di jalan tunjungan, Selasa (19/12/2017).

Semua produk pelaku UKM, lanjut Wali Kota, dapat masuk ke dalam program Pahlawan Ekonomi tanpa harus bingung memikirkan bentuk usahanya. Bahkan, bila usaha ini berkembang besar menjadi perusahaan, hal itu bisa diwariskan kepada anak cucunya. “Kalau jabatan, tidak dapat diwariskan. Jadi lebih baik kita buat usaha sendiri yang bisa diwariskan kepada anak kita. Saya ingin warga Surabaya mau seperti ini dan menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri,” ujar Wali Kota Surabaya.

Di sela-sela sambutannya, wali kota memanggil Bu Jai, salah satu pelaku UKM binaan Pemkot Surabaya untuk menceritakan kepada masyarakat terkait peluang dan dampak positif membuka usaha bagi dirinya dan keluarga. “Saya ikut PE sejak tahun 2010, alhamdulillah sudah pernah naik haji dengan cucu. Dengan pendapatan di PE, saya masih bisa berkarya tanpa perlu meminta anak dan cucu,” ungkap perempuan berusia 70 tahun tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memanggil salah satu pelaku UKM binaan Pemkot / Foto: Humas Pemkot Surabaya

Dalam Awarding ini, pemenang sudah diumumkan dan dipilih Juara 1 sampai Juara 3 dalam tiga kategori. Para pemenangnya yaitu, ULS Collection, ESM Collection dan Bintang Collection untuk pemenang Pahlawan Ekonomi Kategori Creative Industry. Sedangkan untuk pemenang Kategori Culinary Bussiness, yaitu Omah Duren, Juice Niar dan Kikil Rizky. Dalam Kategori Home Industry, pemenangnya yaitu, Cita Rasa Alami, Sari dan Bunda.

Trisnawati, pemilik UKM Omah Duren dengan produk olahan udur-udur yang berhasil memenangkan juara 1 Kategori Culinary Bussines mengungkapkan rasa kebahagiaan dan perjuangan membuka usaha semacam ini. “Sangat senang, bangga dan puas rasanya,” ungkap ibu beranak satu ini.

Menurut Tris – sapaan akrabnya, kesusahan dalam usaha ini adalah dari segi harga produk yang tinggi dan berkelas, dirinya takut produk yang jual tidak laku. Namun, karena usaha, kerja keras dan kegigighan dalam memasarkan produk hasil olahannya, lambat-laun produk yang dijual laku keras. “Saya memasarkan produk ini dengan promosi lewat online, whatsapp, tester sehingga tahu rasanya. Jadi ketika orang tahu rasanya, yang suka duren pasti beli. Kita harus berani promo dengan tester ini. Produk ini tidak hanya dijual di Surabaya saja, tetapi juga sampai di Jakarta,” imbuhnya.

Sama halnya dengan pelaku UKM Cita Rasa Alami, Yuli Ningsih yang terlihat gembira usai memenangkan lomba Juara 1 Kategori Home Industry. Disampaikan Yuli, berjualan dengan produk jajanan kering seperti Egg Roll, Brownis Kering, Keripik Usus, Dan Kacang Sengon, dirinya mampu meraup pendapatan hingga Rp 50 juta per bulan. “Awalnya coba – coba dan saya hanya bisa buat kue kering, saat ini produknya sudah terjual di Manado, Jakarta bahkan sampai di Singapura,” ujar Yuli.

Sementara itu, Humas Pahlawan Ekonomi Yudi menuturkan, geliat acara di sepanjang Jalan Tunjungan tidak hanya sekedar Awarding kepada para UKM Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan ekonomi, tetapi juga ada penjualan produk selama seharian.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama para pemenang pelaku UKM / Foto: Humas Pemkot Surabaya

Masih kata Yudi, setidaknya ada sekitar 250 UKM PE yang berjualan di sepanjang Jalan Tunjungan dengan aneka macam produk. “Dari sekian banyak UKM yang bergabung di Pahlawan Ekonomi, kita lakukan seleksi dan kuratorial, hingga akhirnya mendapatkan 250 UKM ini. Mereka yang bisa tampil berjualan disini, juga harus memenuhi empat syarat yang harus dipenuhi, yaitu punya produk unggulan, Facebook fanpage, ikut dalam Roadshow PE di 31 Kecamatan dan menyerahkan laporan keuangan,” jelas Yudi.

Yudi juga menyampaikan, surabaya sebagai kota metropolitan sangat penting untuk meningkatkan sektor jasa dan perdagangan. Sebab, dengan berwirausaha secara mandiri akan meningkatkan pendapatan ekonomi warga dan pemerintah kota setempat. “Tahun kemarin total hasil penjualan mencapai Rp 1 Miliyar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, program ini mampu mendukung dan mewujudkan mimpi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yakni masyarakat surabaya yang sejahtera dan mampu berdiri di atas kaki sendiri (BERDIKARI) alias sebagai tuan dan nyonya di kotanya sendiri. Dan itu sudah dibuktikan masyarakat Surabaya yang mana produknya berhasil dijual di luar Surabaya, internasional dan maskapai penerbangan.

“Dari 1400 barang yang masuk ke maskapai citylink ada 4 produk pilihan diantaranya, Almond Crispy, Kacang ThreeG, Nastar, serta Almond Crispy Semanggi yang dijual di dalam pesawat,” tandasnya (ta/wf).

Related Post