[ultimatemember form_id=89]
[ultimatemember form_id=90]

Rumah Matematika Hidupkan Minat Belajar Siswa Surabaya

domi wimpi
  • domi wimpi
  • 12 Januari 2018 domi wimpi

Rileks: Totok memberikan pertanyaan kepada siswa-siswinya / Foto: Rizki Bangun

Rumah Matematika merupakan fasilitas yang dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bagi pelajar SD/SMP di Surabaya. Tujuannya, mengembangkan dan meningkatkan kualitas siswa di bidang matematika. Alhasil, dengan adanya rumah matematika, salah satu siswi SMP Antartika kelas 9, Maya (14) merasakan manfaatnya.

Dikatakan Maya, selama ini, Rumah Matematika sangat membantu proses belajarnya. Baginya, metode yang diterapkan oleh para guru sangat membantu proses perkembangan dirinya melalui soal-soal latihan serta pembahasan yang diramu secara apik dan lengkap.

“Saya sudah ikut kelas ini 2 kali, saya sangat terbantu karena ngajarnya enak dan nyaman. Sejujurnya saya juga nggak terlalu bisa matematika tapi setelah saya belajar disini jadi terbantu. Pokoknya terasa banget efeknya,” ungkap Maya, Selasa, (11/1/2018).

Merasakan adanya perubahan dalam dirinya, Maya berharap, hadirnya Rumah Matematika lebih mampu meningkatkan minat belajar siswa lainnya dalam pelajaran Matematika. Selain itu, Dia menambahkan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus terlibat dalam proses pengembangan kompetensi pelajar di Surabaya salah satunya menambah fasilitas pendukung yang memadai.

“Semoga nanti bisa lebih luas lagi tempatnya, biar teman-teman dari sekolah lain bisa terlibat dalam scup yang lebih luas,” ucapnya.

Totok Laksono salah satu pengajar Rumah Matematika menambahkan, salah satu tujuan didirikannya Rumah Matematika untuk meningkatkan minat belajar siswa Surabaya khususnya bagi mereka yang kerap menilai mata pelajaran Matematika sebagai pelajaran ‘menyeramkan’.

“Sesuai dengan arahan Ibu Risma, hadirnya Rumah Matematika ini untuk memperkenalkan pelajaran matematika melalui metode pengajaran yang lebih menarik dan berbeda kepada para pelajar. Kedua, memfokuskan kepada siswa-siswi kelas 9 untuk menghadapi Ujian Nasional (UNAS) agar mampu mendongkrak prestasi mereka.” kata Totok.

Disampaikan Totok, Rumah matematika menjadi bentuk konkrit kepedulian Pemkot Surabya terhadap perkembangan kualitas pendidikan Kota Surabaya agar mampu dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat baik secara formal maupun informal.

Sejauh ini, lanjut dia, mekanisme pelaksanaan kelas belajar matematika dibagi berdasarkan pembagian daerah sekolah yakni daerah pusat, daerah utara, selatan, barat dan timur.

Serius: Totok menjelaskan rumus matematika kepada siswa-siswinya  Foto: Rizki Bangun

“Selain berpusat di Balai Pemuda, Rumah Matematika juga terbagi di empat wilayah yakni Kecamatan Tandes, Rungkut, Kenjeran dan Sawahan. Tentu, hal ini semakin memudahkan para pelajar untuk mengasah kepiawaian mereka dalam urusan hitung-menghitung,” jelasnya.

Totok mengungkapkan, tim pengajar di Rumah Matematika sudah memahami kondisi pelajar yang berasal dari berbagai sekolah dan tentunya memiliki tantangan sendiri untuk menentukan metode pengajaran yang menarik.

“Tim pengajar sendiri sudah menyiapkan semua metode terbaik untuk para pelajar termasuk dengan alat peraganya yang nanti akan memudahkan siswa untuk memahami materi, selain itu kita juga sering sharing tentang materi lainnya,” Pungkas Totok yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah daerah Pusat Kota Surabaya (bs/zz/ea).

Related Post